Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Powered by Blogger


Selamat Datang di Blog GKJ Brayat Kinasih, Yogyakarta. Tuhan Yesus Memberkati...


Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Selasa, Juni 22, 2010

Renungan

KEBIASAAN DAN MEMBIASAKAN DIRI
(Matius 7 : 1 - 5)

BEGITU ketemu orang lain, kita bicara. Apa saja. Kalau orang yang kita temui itu jarang-jarang ketemu, pasti bicara kita lebih banyak. Apalagi kalau orang itu teman dekat, teman akrab dan juga suka bicara, maka akhirnya... ngrumpi.
Sampai di situ perkataan-perkataanpun mengalir, membanjir, sulit dikendalikan. Terlalu sering adalah merasani orang lain. Kalau sudah merasani, maka yang dikatakan terutama adalah segi-segi negatif dari orang lain yang dirasani itu. Wah sungguh nikmat bicara begitu. Seperti minum kopi atau merokok. Bicara begitu pasti suka diulang dan kecanduan. Semula memang tidak bermaksud membiasakan diri, tetapi tidak terasa akhirnya menjadi kebiasaan. Lain kali kalau ketemu ya begitu lagi. Melalui telpon sekalipun, kebiasaan itupun muncul. Pokoknya kapan saja, di mana saja, ketagihan.
Firman Tuhan mengingatkan kepada kita : Intraspeksi / mawas dirilah kamu. Biasanya kamu hanya meliaht selumbar pada diri orang, padahal ada balok sebesar gajah dalam dirimu sendiri, tetapi kamu tidak pernah melihatnya. Janganlah menghakimi orang lain. Dengan penghakiman yang kamu pakai itu ukurannya juga akan dipakai untuk menghakimi kamu pula. Bahwa kita memang tidak memiliki kuasa untuk menghakimi. Yang berkuasa menghakimi hanyalah Tuhan sendiri. Tiap kali kita mengucapkan pengakuan iman rasuli : Bahwa Tuhan Yesus-lah yang kelak akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati. Kita sama sekali tidak mempunyai wewenang untuk itu. Merasani jeleknya orang lain, apalagi juga didengar orang lain lagi, itu dosa. Maka kebiasaan demikian harus dibuang dalam pertobatan kita. Maklum doa-doa kitapun tidak pernah dijawab oleh Allah karena terhalang oleh dosa-dosa kita itu. Amin. *(Sdsnr)


RINGKASAN KHOTBAH
Ibadah Minggu, 13 Juni 2010 Pkl. 06.30 WIB.
Pdt. Sundoyo, S.Si.

Nats Bacaan : 1 Raja-Raja 21 : 15 - 29

Ahab tertarik dengan kebun anggur milik Nabot, namun Nabot tidak mau menjual karena memegang Imamat 25 (mengatur bahwa tanah warisan/pusaka tidak boleh dijual). Izebel merekayasal untuk membunuh Nabot (dengan cara difitnah). Akibatnya Nabot dilempari sampai mati oleh rakyat. Elia mengatakan pada Ahab bahwa semua anak laki-lakinya akan mati (hukuman Allah bagi Ahab). Kemudian Ahab bertobat dan Tuhan mengampuni (tidak memberikan hukuman) Konsekuensi sebuah tindakan (prinsip tanggung jawab) Ketika Ahab tidak taat pada Tuhan, maka ada dampak negatif yang Ahab terima Kita belajar untuk menjaga cara hidup kita karena apa yang kita lakukan akan berdampak pada diri kita sendiri.
Prinsip otoritas sebagai payung perlindungan
Ketika Ahab sebagai raja, dia menjadi payung perlindungan bagi rakyat Israel. Ketika Ahab sebagai kepala rumah tangga, dia menjadi payung perlindungan bagi keluarganya.
Jika payung itu baik, maka akan memberikan perlindungan yang baik pula bagi orang-orang di bawahnya.
Tuhan bersedia mengampuni
Hukuman disampaikan (oleh Tuhan) à respon baik ( menyadari kesalahan dan mau memperbaiki kesalahan tersebut) à pengampunan diberikan oleh Tuhan. Amin. *(Krstin)


Selasa, Juni 15, 2010

Renungan

ORANG SAKIT KUSTA DISEMBUHKAN
(Lukas 5 : 12 - 16)

PADA suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah dia dan memohon : Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku. Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya menjamah orang dan berkata : “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya. Yesus berkata : “Pergilah, perlihatkan dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu. Tetapi Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada orang banyak.
Mengapa Yesus menghendaki orang banyak itu tidak tahu? Padahal berita itupun segera tersebar luas dan datanglah orang banyak berbondong-bondong untuk langsung mendengar dari Yesus dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka.
Pertama : Tuhan Yesus itu rendah hati. Kedua : Tuhan tidak menghendaki orang-orang menjadi latah, ikut-ikutan dan serakah untuk menerima berkat-Nya. Seperti Tuhan Yesus mengajar berdoa : Berilah kami makan secukupnya hari ini. Bukannya makanan yang sebanyak-banyaknya, yang melimpah-limpah untuk hari ini, untuk hari esok, untuk kami simpan, untuk kami jual supaya kami menjadi kaya. Tidak! hanya secukupnya saja, itupun hanya untuk hari ini. Untuk esok ya harus mohon lagi dengan doa. Yang penting percaya dan menurut kehendak-Nya, bukan mengikuti keinginan kita sendiri.
Demikianlah setelah melihat banyak orang datang berbondong-bondong, justru Tuhan Yesus segera mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa. Jaman sekarangpun banyak orang datang ke gereja dan membawa persembahan perpuluhan mereka, seolah-olah berlomba. Karena dari pengalaman ini banyak orang kemudian menerima berkat berlimpah-limpah. Usaha mereka menjadi sangat maju. Tetapi jangan kira Tuhan berkenan atas cara berfikir begitu. Tuhan Yesus akan segerah meninggalkan kita, karena Dia muak melihat anak-anak Tuhan yang serakah terhadap berkat dan memperebutkannya untuk dirinya sendiri. Amin. *(Sdsnr)


RINGKASAN KHOTBAH
Ibadah Minggu, 6 Juni 2010 Pkl. 06.30 WIB.
Pdt. Sundoyo, S.Si.

Nats Bacaan : Raja- Raja 17 : 7 – 24

“Mereka Yang Mau Menolong Ditolong Tuhan”
Tuhan memelihara Elia melalui gagak.
Tuhan biasa memakai apa pun juga untuk memelihara umatnya. Kita belajar tentang kepatuhan melalui gagak (kepatuhan gagak dapat dilihat dari kepatuhannya untuk menjadi alat Tuhan untuk memelihara Elia). Janda Sarfat menunjukkan keramah-tamahannya kepada Elia sebagai orang asing. Dia bersedia menolong Elia dalam kesusahan. Ketika Janda Sarfat mengalami masalah di mana anaknya mati, Tuhan membangkitkan anaknya. menolong Janda Sarfat melalui Elia. Dengan kita melakukan kebaikan kepada orang lain itu sebenarnya menjadi tabungan kebaikan bagi diri kita sendiri. *(Kstin)

Minggu, April 25, 2010

RINGKASAN KHOTBAH

RINGKASAN KHOTBAH
Ibadah Minggu, 18 April 2010 Pkl. 18.00 WIB.
Pdt. Sundoyo, S.Si.

Nats :Efesus 4 : 1 - 16

Paulus menasehati jemaat dengan rendah hati, lemah lembut kata-katanya membangun jemaat. Kalau kita berbicara gunakan kata-kata yang datar, rendah, menurun yang penting rendah hati. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera. (Ay. 2,3).
Penekanan Paulus dalam pelayanannya adalah pemberitaan Injil. Setelah itu penggembalaan dan pengajaran (Ay. 11).
Kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus, sehingga kita masing-masing saling melengkapi, melayani, menopang di dalam tubuh Kristus di mana Dia adalah kepala. Apapun pelayanan kita semuanya berharga di mata Tuhan. Marilah pelayanan itu kita lakukan dengan sungguh-sungguh dengan memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera. Amin.


CARA HIDUP JEMAAT YANG PERTAMA
(Kisah Para Rasul 2 : 1 - 47)

TUHAN Yesus akhirnya meninggalkan para murid setelah menjanjikan akan menurunkan Roh Kudus. Setelah Tuhan Yesus terangkat ke sorga, para rasul menanti-nantikan Sang Roh Kudus itu di Yerusalem. Dan akhirnya saat itupun tiba. Dari langit datang bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah dan setiap orang. Nampak oleh banyak orang lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan akhirnya hinggap pada orang-orang itu. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain seperti diberitakan oleh Roh itu.
Mulai saat itulah maka lahir gereja, yaitu persekutuan orang-orang Kristen yang mengaku percaya dan bersedia dibaptis. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan itu. Mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Para rasul mengadakan banyak mujijat dan tanda.
Di dalam persekutuan itu orang-orang percaya memang sehati sepikir. Dengan kuasa yang besar, para rasul memberikan kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah. Tidak ada seorangpun yang berkekurangan. Mereka memiliki semangat kebersamaan, bahkan merasa tidak ada milik pribadi. Yang ada adalah milik mereka bersama. Mereka mempersembahkan miliknya dan menyumbangkannya kepada orang lain. Maka jemaat itu terus bertambah-tambah, tiap hari ada ribuan orang.
Pada jaman sekarang, cara hidup jemaat mula-mula inilah yang kita jadikan panutan. Memang orang menjual tanah dan harta benda mereka untuk dipersembahkan dan dijadikan milik bersama. Untuk jaman sekarang tentunya dirasa aneh dan tidak mungkin ditiru lagi. Namun intinya kita harus meneladani pandangan hidup jemaat yang mula-mula itu sebagai semangat kebersamaan dan saling mengasihi. Tidak ada rasa egois apalagi hanya mengejar keuntungan bagi dirinya sendiri. Jaman memang sudah berbeda. Tetapi Tuhan telah menjanjikan bahwa pada jaman akhir, segalanya akan dipulihkan. Amin.

Minggu, Maret 21, 2010

RENUNGAN

BERIBADAH YANG SEJATI
(Roma 12 : 1 - 12)



SETIAP kita melakukan ibadah. Beribadah itu kita lakukan secara teratur. Hari Minggu
kita jadikan hari ibadah. Bersama seluruh Jemaat. Kita memuji Tuhan, memuliakan
nama Tuhan, berdoa bersama, memberikan kesaksian, melakukan persembahan dan pelayanan. Dengan beribadah maka kita menguatkan iman kita. Persembahan yang benar ialah mempersembahkan tubuh kita ini seutuhnya sebagai persembahan yang hidup, yang kudus. Oleh karena itu, janganlah tubuhmu ini ternoda, najis di hadapan Tuhan. Janganlah ada kepura-puraan, kepalsuan, dusta atau dosa, karena semua itu harus berkenan di hadapan Tuhan.
Demikianlah dalam beribadah, bukan saja hati harus bersih, kudus dan tulus, tetapi tubuh kita harus demikian. Karena tubuh ini adalah bait suci. Di dalam bait suci yang betul-betul terawat kekudusannya, maka Sang Roh Kudus berkenan tinggal bersemayam. Apalagi sebagai wujud yang kita persembahkan sebagai persembahan yang hidup dan kudus, maka tubuh kitapun harus baik, tidak tercela, tidak bernoda.
Kita bisa membayangkan, betapa Tuhan Yesus pun pernah marah melihat Bait Allah yang kotor, dipakai orang tempat untuk berdagang, karena memang bukan pada tempatnya. Janganlah kita menjadi serupa dengan dunia ini. Kita wajib merubah diri, memperbaharui diri kita sehingga kita bisa membedakan mana yang baik, mana yang menjadi kehendak Allah dan mana saja yang berkenan di hadapan Allah.
Jangan pula kita berpikir, memikirkan hal-hal yang lebih tinggi daripada yang patut kita pikirkan. Kita harus berpikir begitu rupa sehingga senantiasa dapat mengusai diri menurut ukuran iman yang dikaruniakan Allah kepada kita masing-masing. Amin.



RINGKASAN KHOTBAH
Ibadah Minggu, 14 Maret 2010 Pkl. 18.00 WIB.
Pdt. Sundoyo, S.Si.

Nats : Lukas 15 : 1 - 3, 11 - 32

Kalau khotbah Minggu lalu dosa dihubungkan dengan penderitaan dan kali ini dosa dihubungkan dengan hikmat duniawi. Mereka yang mencuri, korupsi, selingkuh menikmati kehidupan duniawi, kesenangan dunia. Namun mereka yang tidak melakukan korupsi, perselingkuhan seolah-olah tidak untung dan menderita. Anak bapa yang sulung suka tinggal di rumah, suka beribadah, hormati orang tua. Betul-betul ada pada iman kerohanian yang prima / super. Namun anak yang bungsu, suka mengecewakan orang tua, hambur-hamburkan uang, berfoya-foya dan gaya hidupnya sangat kontras dengan yang sulung. Dosa berakibat terlepas dari kehangatan, mengalami penderitaan dan kematian dan kematian serta dosa akan beranak dosa. Si bungsu sadar akan dosanya akibat kesengsaraan yang terjadi dalam hidupnya. Dia sadar, menyesal mengakui dan mau mendandani sing elik (kesalahan) Dia bertekad pulang ke bapanya dan mohon pengampunan. Bapa aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa (Ay. 18) Bagaimana reaksi anak sulung, justru tidak ada belas kasihan dan pengampunan kepada adiknya mala menyalahkan orang lain dan membenarkan dirinya. Gereja mewujudnyatakan belas kasihan dan anugerah Tuhan untuk manusia berdosa agar kembali kepada Tuhan. Amin.

Minggu, Maret 07, 2010

RENUNGAN

PASKAH DARI ABAD KE ABAD
(Keluaran 11 : 1 - 10)

SESUNGGUHNYA Perayaan Paskah sudah sejak jaman kuno ada. Dikenal dengan
makan roti tidak ber-ragi. Yang begitu mengesankan bagi Israel pada jaman perbudakan
di Mesir. Haulu Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya sendiri menjadi budak. Begitu menyakitkan tentu. Tetapi karena talenta yang dia miliki, dan penyertaan Tuhan, maka akhirnya Yusuf dapat menjadi orang besar, sebagai perdana menteri dalam pemerintahan raja Fir’aun. Sejak datangnya krisis pangan merajalela, orang Israel pun semakin banyak mengumpul di tanah Mesir. Saat itulah terjadi penindasan, kerja paksa dan perbudakan yang berat. Bangkitlah semangat untuk perlu keluar dari Mesir. Tetapi raja mencegahnya.
Dengan kepemimpinan Musa, Tuhan pun campur tangan untuk menyelamatkan Israel. Maka melalui Musa, Tuhan mendatangkan 10 tulah yang menakjubkan. Tuhan selalu berfirman : Biarlah orang-orang kafir tahu bahwa Tuhan ada dan punya kuasa. Dan itulah mujizat-mujizat. Menghadapi masalah berat itulah, terjadi mijizat besar. Pada Perayaan Paskah dengan makan roti tidak ber-ragi dan menghindarkan orang-orang Israel dari malapetaka.
Sekian abad kemudian, pada jaman Yesus ketika merayakan Paskah, Tuhan Yesus makan bersama dengan para murid dan berkata : Makanlah roti ini. Ini adalah daging-Ku. Minumlah darah-Ku dari cawan ini sebagai perjanjian baru.
Ucapan itu dari Tuhan Yesus sendiri menjelang Dia mati di kayu salib. Sesudah bangkit pula dari antara orang mati, Yesus pun mendatangkan Roh Kudus pada Perayaan Paskah. Roh Kudus itu meyertai setiap orang percaya sampai akhir jaman. Demikianlah Tuhan menyelamatkan setiap orang percaya kepada-Nya. Amin.


RINGKASAN KHOTBAH
Ibadah Minggu, 28 Februari 2010 Pkl. 06.30 WIB.
Bp. Yusri Panggabean, S.Th.

Nats : Lukas 13 : 31 - 35.

Tema “Hidup Dalam Kesetiaan”
Empat bacaan Kitab Suci hari ini : Kej. 15:1-12, Mz. 27, Fil. 3:17-4:1 dan Luk, 13:31-35 berhubungan satu dengan yang lain yang membawa manusia hidup dalam kesetiaan. Tuhan yang melindungi umat-Nya, Tuhan benteng perlindungan kita, kita sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, Aku (Yesus) akan menyelesaikan pekerjaan-Ku. Yesus yang melayani adalah satu pilihan dan bukan terpaksa. Yesus mengatakan yang benar dan menyebut Herodes dengan seekor serigala (pandai tetapi sangat berbahaya) sembul yang artinya tidak bernilai dan distruktif. Pergilah dan katakanlah kepada siserigala itu (Ay. 32a) Yesus memilih berjalan menuju Yerusalem dan ini harus dijalani demi ketaatan Yesus dengan suara kenabian-Nya berani berterus terang dosa dan kejahatan manusia. Bagaimana dengan kita. Beranikah kita menyuarakan kebenaran dan seharusnya kita berani dan kenapa kita tidak berani?. Tuhan menginginkan kita untuk tetap setia kepada-Nya. Sekalipun ada penderitaan di dunia ini dalam mengikut Yesus. Kalau kita menyimak sejarah gereja mula-mula sampai dengan sekarang, banyak orang Kristen yang menderita dan mati dalam mengikut Yesus. Mulai dari murid-murid-Nya, Yohanes Pembaptis, Stefanus, Paulus, Polikarpus dan seterusnya sampai saat ini Sebab aku yakin bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita (Roma 8:18) Pengharapan kita adalah kemuliaan kekal (2 Kor. 4:17) Kesetiaan Tuhan kita adalah kesetiaan kita. Amin.

Sabtu, Februari 27, 2010

RENUNGAN

RINGKASAN KHOTBAH
Ibadah Minggu, 21 Februari 2010 Pkl. 06.30 WIB.
Pdt. Sundoyo, S.Si.

Nats : Ulangan 26 : 1 - 11

Urutan peringatan masa Adnent : Natal, Pra Paskah, Paskah, Sengsara Kematian, Kebangkitan, Kenaikan dan Pentakosta. Pusat hidup dan iman kita adalah Yesus. Liturgi adalah bakti dan ibadah kita kepada Tuhan yang meliputi seluruh hidup ini. Di dalam liturgi kita dilatih untuk mengucap syukur kepada Tuhan termasuk persembahan persepuluhan kita kepada Tuhan. Liturgi juga mendidik anak-anak dalam kebenaran Firman Tuhan. Hendaklah kita seperti Daud punya celah (TZINOR) untuk menyerang dan mengalahkan musuh. Musuh kita adalah roh-roh jahat penghulu dunia yang gelap (Efesus 6 : 12).
Marilah kita mengandalkan Tuhan dalam mengatasi masalah hidup ini, tidak ada andil, peran kita, dan keberhasilan orang lain pun adalah berkat Tuhan. Kita sedang berdoa agar simbol pohon kluweh yaitu tanah di sebelah utara gereja kalau Tuhan berkenan boleh menjadi perluasan tempat ibadah.
Kita harus berdoa dan bertindak mempersembahkan yang terbaik untuk Dia. Kita ini milik Tuhan. Tuhan ingin agar kita lebih mencintai Tuhan yang adalah sumber berkat. Amin.

RENUNGAN

MENGEMBAN PERINTAH TUHAN
(Matius 28 : 16 - 20)


SETIAP orang Kristen kalau ditanya : mengapa ikut Yesus Kristus ? Jawabnnya : mencari
selamat. Kalau ditanya mengapa rajin ke gereja ? Jawabannya : mencari selamat.
Mengapa rajin baca Alkitab dan memahami Firman ? Jawabannya memperoleh selamat. Memang dalam perintah Agung Tuhan dikatakan bahwa sedemikian besar kasih Allah kepada dunia sehingga Dia telah mengorbankan Anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Tuhan Yesus sendiri berkata : Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Dapatlah dimaklumi bahwa keselamatan itu memang sungguh amat penting. Dengan terpancang pada hal keselamatan itulah maka perhatian kita terpaku pada Firman-Firman yang disebut di atas. Padahal masih ada pula satu Firman yang harus kita perhatikan, yaitu Matius 28 : 19 - 20. Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Ajarkanlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan. Ketahuilah Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir jaman.
Kepentingan diri kita sendiri satu : selamat. Tetapi kita juga wajib memperhatikan kepentingan Tuhan. Tuhan minta supaya kita menjadi kawan sekerja Tuhan. Kasih-Nya bukan hanya untuk kita sendiri, tetapi juga untuk sesama kita. Oleh karena itu keselamatan yang dianugerahkan kepada kita, jangan pula lupa bahwa kasih-Nya itu juga untuk sesama kita. Bukankah kita harus mengasihi sesama kita seperti mengasihi diri kita sendiri.
Oleh karena itu janganlah lari dari perintah Allah. Ingatlah Yunus yang menghindari perintah Allah, akhirnya membawa bencana, bahkan membawa bencana juga bagi orang lain. Yunus sendiri harus tiga hari tiga malam dalam perut ikan.
Bahwa rencana Tuhan itu harus digenapi. Amin.

Senin, Februari 15, 2010

RENUNGAN

RINGKASAN KHOTBAH
Ibadah Minggu, 7 Februari 2010 Pkl. 06.30 WIB.
Pdt. Sundoyo, S.Si.

Nats : Lukas 6 : 31

Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu perbuatlah juga demikian kepada orang. Siapa di antara kita yang mau diperlakukan tidak baik, dibenci, diolok, dikucilkan, dicaci maki, pasti tidak ada yang mau, oleh sebab itu, lakukanlah sesuatu hal yang baik bagi orang lain.
namun demikian keinginan berbuat dosa dan bujuk rayu si iblis selalu ada dalam hidup ini, lawanlah itu dengan imanmu yang teguh. Kadang-kadang manusia bisa berbohong, menipu, mencuri, selingkuh karena situasinya memungkinkan untuk melakukan itu.
Kita perlu memberi apresiasi, ucapan terima kasih kepada orang lain kalau kita sendiri ingin dihargai orang lain.
Hendaklah suami istri saling memuji, menghargai dan berterima kasih di depan mertua.
Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu tidak jatuh dalam pencobaan.
Menurut hemat saya masalah itu tidak penting, tetapi menurut mereka masalah itu penting sekali, maka kita perlu perhatikan dan kita responi terutama dalam pelayanan kita kepada sesama. Amin.

RENUNGAN

SETELAH MERAYAKAN PASKAH RUMAH TUHAN BENAR-BENAR BERSIH
(2 Tawarikh 30 : 1 - 27)


SEMUA tahu siapa itu raja Daud. nama Daud sangat masyhur. Dia sudah lama mencita-citakan akan mendirikan Bait Allah yang megah dan suci. Tetapi Tuhan sendiri berfirman,
bukan Daud yang mendirikannya, melinkan anak kandungnya, yaitu raja Salomo. Setelah Bait Allah itu berdiri di Yerusalem maka dikenal Yerusalemlah kota Daud. Namun dalam perjalanan waktu yang panjang, bukan berarti rumah suci itu tetap terjaga dan terpelihara. Kehidupan bangsa pilihan Allah itu pun jatuh-bangun, penuh goda dan pencobaan.
barulah di jaman raja Hizkia menghidupkan tradisi baru setiap tahun baru mengadakan gerakan besar-besaran untuk membersihkan diri. bait Suci itu pun mulai diperbaiki dan dibersihkan kembali.
Puncak-puncaknya terjadi setelah raja menyelenggarakan perayaan Paskah secara besar-besaran. Paskah sejak semula memang dikenal dengan istilah Hari Raya Roti tidak ber-ragi. Kelak dalam Perjanjian Baru Tuhan Yesus berkata bahwa Aku-lah Roti dari surga. Roti yang murni tidak dengan ragi-ragi. Dalam pada waktu itu sering diingatkan kepada para murid, jangan dekat-dekat dengan orang Farisi dan orang Saduki, jangan terpengaruh oleh ragi-ragi mereka. ragi yang dimaksud adalah tradisi-tradisi yang tidak Alkitabiyah. Tradisi yang dilestarikan sejak dari nenek moyang, berbau takhayul dan sebangsanya.
Demikianlah setelah raja Hizkia beserta bangsa-bangsa dan imam-imam menyelenggarakan perayaan Paskah waktu itu, doa sepakat mereka didengar oleh Tuhan. Setelah itu Yerusalem dibersihkan. Segala macam berhala ditumbangkan. Mesbah-mesbah dan tempat-tempat penyembahan kepada berhala dihancurkan.
Tahukah anda, bahwa tubuh kita ini adalah Bait Suci? Hanya dalam Bait yang betul-betul suci, maka Sang Roh Kudus berkenan bersemayam dalam hati kita. Tiap orang percaya hidup dalam roh, tidak menuruti lagi kedagingannya. Roh itu penurut selalu mengikuti Firman Tuhan. Daging itu lemah, malas dan menuruti dosa. Tuhan memberkati kita. Amin.

Minggu, Februari 07, 2010

RINGKASAN KHOTBAH

RINGKASAN KHOTBAH
Ibadah Minggu, 31 Januari 2010 Pkl. 18.00 WIB.
Pdt. Sundoyo, S.Si.

Nats : Lukas 4 : 20 - 30
Yesus mengajar mereka dengan hikmat Tuhan, sangat luar biasa sehingga mereka mengetahui bahwa Dia adalah anak Yusuf. Mereka sangat heran namun sangat membanggakan. Tuhan mengutus Elia bertemu dengan janda Sorfat. Firman Tuhan yang diberitakan kepada semua orang, tidak semua orang mau menerimanya.
Contohnya : Orang Nazareth, mereka tidak mau merespon Firman Tuhan. Kalau orang Kapernaum mau mendengar Firman menyentuh hati dan merubah hidup.
Illustrasi : Khotbah pendeta sampai enam kali, khotbah yang sama tentang pengampunan. Apa sudah dilakukan khotbah pendeta itu? Doa yang berkenan : Pakailah saya menjadi berkat bagi orang lain!. Amin.

RENUNGAN

BANYAK YANG DIPANGGIL, SEDIKIT YANG TERPILIH
(Matius 22 : 1 - 14)


TUHAN punya rencana, yaitu Rencana Agung Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia.
Dengan perumpamaan penyelenggaraan pesta besar perkawinan. Maka undangan telah
disebarkan. Banyak sekali orang yang diundang untuk datang ke pesta perjamuan agung itu. Sesungguhnya pintu terbuka. Perjamuan agung telah dipersiapkan dengan penuh kemuliaan. Namun orang yang diundang memang bermacam-macam. Ada yang menerima undangan itu dengan penuh syukur, bangga, merasa sangat terhormat sehingga datang dengan sepenuh hati. Tetapi ada juga orang yang seenaknya sendiri. Bahkan ada pula yang kurang perhatian. Waktu yang sudah ditetapkan itu, kurang diperhatikan. Maka orang itu sama sekali tidak siap. Ada yang sibuk menyelesaikan pekerjaannya atau pergi ke tempat lain.
Ketika gamelan mulai ditabuh dan mulai berkumandang, maka banyak orang baru mulai teringat bahwa pesta segera akan dimulai. Maka orang-orang bergegas. Ada yang cepat-cepat mandi dan mengenakan pakaian pesta. Ada yang bingung mencari payung dan mantel karena takut kehujanan, langit mulai mendung. Ada lagi yang sibuk memompa sepedanya atau mencari becak untuk mengantarkan ke pesta itu.
Sesungguhnya yang punya hajat mantu itu seseorang yang terhormat, bukan saja berpangkat, tetapi juga seorang pemuka adat. Maka banyaklah pemuka-pemuka adat yang bekerja menjadi pembantu melayani pesta itu. Mereka semuanya berpakaian lengkap seragam dan bagus-bagus. Mereka pula itulah yang menyilahkan para tamu untuk duduk di tempat yang telah disediakan.
Tamu-tamu yang kurang siap, pakaian lusuh, kurang pantas untuk berpesta tidak ditolak, tetapi ditempatkan di tempat duduk yang bagus di depan. Tempat itu diterangi lampu yang sangat kuat. Maka sesungguhnya justru mereka menjadi merasa malu. Ada di antara mereka yang menjadi sangat gelisah dan ingin mundur atau mendahului pulang. walau mereka tetap memperoleh pelayanan makan-minum lezat, tetapi mereka merasa tersiksa oleh dirinya sendiri, karena tidak layak. Amin.

Minggu, Januari 10, 2010

RENUNGAN

RINGKASAN KHOTBAH
Ibadah Minggu, 3 Desember 2010 Pkl. 18.00 WIB.
Pdt. Sundoyo, S.Si.

Nats : Yohanes 1 : 1 – 9

Firman bersama-sama dengan Allahdan Firman itu adalah Allah (Ayat 1). Firman itu telah menjadi manusia yaitu dalam diri Yesus dan diam di antara kita. (Ayat 14a).
Logos artinya Firman dan bisa berarti logika penalaran bagi orang Yahudi dan orang non Yahudi. Dia adalah terang dunia. Terang yang mengusir kegelapan, kekacauan dan kejahatan. Yang kacau menjadi tertip dan teratur. Di dalam terang tak ada yang tersembunyi, terang itu membimbing kita. Kehendak Tuhan yang harus kita ikuti dan kita lakukan dan bukan kehendak kita yang harus dikabulkan oleh Tuhan. Di dalam kita mengakhiri tahun 2009 dan mengawali tahun 2010 Tuhan tetap menolong dan memelihara kita (Providensia).
Orang tua harus mendidik anak-anak agar hal-hal yang kecil, hal-hal yang sederhana dapat dilakukan oleh anak-anak.
Tuhan memberkati kita. Amin.
Ralat Ringkasan Khotbah Minggu Lalu :
- Bukan berbinar-binar tetapi berkobar-kobar
- Bukan 2 tahun tetapi pada umur 12 tahun.


KESEPAKATAN UNTUK DOA
(Matius 18 : 15 - 19)


JIKA Tuhan Yesus saja harus berdoa untuk kesatuan para murid-Nya, apalagi kita. Kita
tidak bisa mengusahakan kesatuan tubuh Kristus dengan kekuatan kita selaku manusia-
manusia ini. Kita memerlukan hikmat Allah dan langkah-langkah Illahi untuk mengusahakan kesatuan itu. Kuasa dari Allah itulah yang menentukan.
Sudah sejak dulu memang kita rasakan, betapa susahnya kita dapat bersatu. Justru perbedaan itu memang dikehendaki Allah. Sedangkan sidik jari saja tidak ada yang sama dari antara umat manusia se dunia sejak dari abad ke abad. Itu memang keajaiban Allah yang Maha Kuasa. Oleh karena itu memersatukan tubuh Kristus yaitu gereja-gereja se dunia, harus dengan kuasa Allah sendiri.
Tuhan telah memberikan janji yang luar biasa sebagai berikut : Jika dua orang dari padamu di dunia ini bersepakat, berdoa minta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.
Perhatikan ucapan Yesus itu : Akan dikabulkan oleh Bapa-Ku. Untuk inilah gereja Tuhan bukan hanya berdoa dan berdoa saja. Tetapi lebih dari itu harus berdoa dengan sepakat. Kita terbiasa dengan segala yang siap saji atau maunya hanya serba siap santap. Padahal segala sesuatu itu harus melalui proses. Justru yang dinilai itu prosesnya. Kita harus bersatu dulu, karena bersatu, maka timbul sepakat dan bisa bersepakat. Setelah bersepakat barulah memanjatkan doa bersama-sama. Maka apapun yang kita minta, dikabulkan oleh Bapa yang di sorga. Hanya dengan doa saja, tanpa adanya kesungguhan dan kesadaran, maka doa itu tidak didengar. Dengan kesepakatan, berarti kita secara bersama-sama sadar dan serius, tidak sambil lalu. Kesepakatan hanya bisa tercapai oleh orang-orang lebih dari satu. Itupun orang-orang yang betul-betul menyadari akan arti persekutuan dan serius, bukan asal dua orang tanpa keseriusan. Dan doa sepakat dapat kita latih tiap hari oleh suami-isteri dan dalam keluarga yang akrab. Demikian Tuhan kehendaki. Amin.

Senin, Desember 28, 2009

RENUNGAN

RINGKASAN KHOTBAH
Ibadah Minggu, 20 Desember 2009 Pkl. 06.30 WIB.
Pdt. Sundoyo, S.Si.
Nats : Markus 5 : 1 – 5

Wanita bisa dipakai Tuhan untuk menyampaikan Firman Tuhan. Kitab Kejadian sampai Kristus datang ke dunia itu jaraknya ribuan tahun dan Kitab Mika sampai kedatangan Yesus ke dunia itu jaraknya ratusan tahun. Namun janji penyertaan Tuhan dan janji kedatangan Mesias tetap terlaksana. Tuhan dapat memberi setiap peristiwa yang tak diperhitungkan oleh manusia itu justru dipakai oleh Tuhan :
• Kota Betlehem Efrata yang terkecil akan bangkit Mesias, Jurus Selamat dunia.
• Pemerintahan dan kekuasaan-Nya akan teguh dan jaya untuk selama-lamanya.
• Tuhan tidak akan lupa akan janji-Nya untuk melindungi dan memelihara kita. Amin.


SEMUA PERHATIAN TERTUJU KE BETLEHEM
(Lukas 2 : 8 - 20)


KELAHIRAN-NYA memang sudah lama ditunggu-tunggu. Jauh sebelumnya sudah sering dinubuatkan oleh para nabi. Maka saat Yesus lahir, ada tanda bintang gemerlapan di langit yang memang mengagumkan banyak orang. Malaikat secara khusus memberitahukan kelahiran Sang Timur itu kepada para gembala yang tinggal di sekitar tanah Yudea sehingga mereka segera bergegas pergi ke Betlehem.
Sejak jaman dahulu masyarakat Yahudi sudah terbiasakan melihat dan menghayati peri kehidupan beternak domba. Para gembala sangat mengasihi domba-domba mereka, sedangkan domba-domba itu adalah penurut. Maka dalam Alkitab selalu digambarkan bahwa umat Tuhan bagaikan domba-domba, sedangkan pemimpin rohani adalah gembalanya. Tuhan Yesus sendiri sering dijuluki sebagai Gembala yang baik.
Ketika Tuhan Yesus lahir di Betlehem yang berduyun-duyun datang menyambut-Nya adalah para gembala dengan domba-dombanya. Ini menggambarkan bahwa sejak semula yang bersuka-cita menyambut kedatangan Yesus Kristus adalah orang-orang percaya. Tetapi ada lagi pihak lain yang juga bergegas ke Betlehem, bukan untuk bersujud menyembah Yesus, sebaliknya ingin membunuh Dia itu. Mereka itu adalah orang-orang yang merasa khawatir akan kehilangan pengaruh. Yaitu raja Herodes, para imam agung dan ahli Taurat.
Sampai jaman sekarang ini masih banyak perhatian tertuju ke Betlehem dalam pandangan yang kontroversial. Ada cinta, ada yang benci. Bagi domba-domba Allah sebaiknya menguatkan iman dan kesetiaannya, karena jaman akhir sudah dekat. Amin.-

Senin, Desember 21, 2009

RINGKASAN KHOTBAH

RINGKASAN KHOTBAH
Ibadah Minggu, 13 Desember 2009 Pkl. 18.00 WIB.
Pdt. Sundoyo, S.Si.
Nats : Lukas 3 : 7 – 20

Khotbah, Seruan dan suara Yohanes Pembaptis sangat keras dan tajam. Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu (ayat 3). Hai kamu keturunan ular beludak! Siapakah yang mengatakan kepada kamu supaya melarikan diri dari murka yang akan datang? jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan (ayat 7 & 8). Yohanes Pembaptis tidak kompromi dengan dosa dan seruan pertobatan itu ditujukan kepada manusia. Dan manusia harus merespon atas seruan pertobatan tersebut. Bagi mereka yang memiliki harus mau berbagi dengan orang lain. Bagi pemungut cukai : Jangan menagih lebih banyak daripada yang seharusnya. Bagi prajurit : Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu. Khotbah yang bermakna harus sampai kepada pertobatan, kembali kepada Kristus dan terus menerus imannya mau dibaharui oleh Roh Kudus
Ilustrasi : Setiap kenaikan gaji, keinginan kita untuk mengangsur panci, kursi, kulkas, sepeda motor, mobil dan seterusnya. Satu-satunya untuk mengatasi kesulitan keuangan kita adalah membatasi dan menurunkan pengeluaran. Hendaklah kita : Menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Kristus. Dalam ilustrasi manusia lama kelamaan tidak memikul salib namun menyeret salib. Astaga!. AMIN

RENUNGAN

RAJA HERODES TAK BERHASIL MEMPERDAYA ORANG MAJUS
(Matius 2 : 1 - 12)

RAJA Herodes terkejut mendengar kabar tentang lahirnya Raja Yahudi. Segera raja memanggil para imam kepala dan ahli-ahli Taurat untuk mencari tahu, di mana Raja Yahudi itu dilahirkan. Di luar sudah terbentuk opini publik secara luas tentang kelahiran Sang Mesias itu. Bahkan publikpun telah melihat tanda-tanda bintang di Timur. Maka banyak orang Majus pergi ke Betlehem di tanah Yudea sesuai dengan petunjuk bintang, akan menyembah Sang Mesias itu.
Diam-diam raja Herodes menyuruh orang Majus mencari tempat itu dan memintanya untuk memberitahu raja, karena katanya, raja Herodes juga akan turut menyambut Raja Yahudi.
Raja Herodes menunggu-nunggu orang Majus itu kembali. Tetapi ternyata mereka tidak kembali memberitahu kepada raja Herodes, karena orang-orang Majus lewat jalan lain, menurut petunjuk mimpi mereka.
Sementara itu raja Herodes marah dan mengutus para prajurit-prajuritnya untuk datang ke Betlehem membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang Majus itu.
Dalam pada itu, Yusuf dan Maria beserta Sang Timur telah menyingkir ke Mesir oleh petunjuk Gabriel dalam mimpinya. Semua lelakon memang telah di atur oleh Tuhan sendiri. Amin.

Minggu, Desember 06, 2009

RENUNGAN

SEMUA ITU RENCANA TUHAN
(Lukas 1 : 1 - 45)


KETIKA gereja permulaan berdiri, itu terjadi karena karya Roh Kudus. Sebelum itu, masa-masa sebelum Tuhan Yesus bangkit, jemaat Yesus tersebar tercerai berai, bahkan para Rasul-Nya juga tidak saling bertemu. Baru setelah Tuhan Yesus bangkit dari kematian-Nya kemudian naik ke sorga, para murid itu berkumpul, bersehati dan meyatukan doa mereka. Lalu mereka semua itu memperoleh kepenuhan Roh Kudus. Waktu itu banyak orang berdatangan dari banyak suku bangsa. Mereka bersatu dalam kehidupan yang penuh kasih. Dan itulah cikal bakal gereja atau gereja mula-mula yang dipenuhi oleh Roh Kudus.
Demikianlah sejak awalnya memang sudah banyak dinubuatkan oleh nabi-nabi bahwa akan datang Sang Mesias, Sang Juru Selamat dunia yang terlahir dari Roh Kudus melalui anak dara Maria.
Pada jaman Herodes raja Yudea ada seorang imam yang telah lama mendambakan memperoleh anugerah anak. Sampai usia tua anak itu tidak kunjung datang. Elizabeth istrinya diketahui mandul. Tetapi karena doa-doanya yang tekun dan tidak pernah terputus, maka suatu hari malaikat Gabriel memberi tahu bahwa Tuhan berkenan akan mengaruniakan seorang anak kepada Imam Zakharia itu. Kalau anak itu lahir, maka harus diberinya nama Yohanes. Menunggu kelahiran anak ini, imam Zakharia harus buta, bisu terlebih dahulu. Sehingga sampai sekian bulan imam Zakharia tidak bisa berkhotbah. Baru setelah anak itu lahir, tiba-tiba imam Zakharia memberi nama anak itu Yohanes.
Ternyata Yohanes itulah menjadi pembuka jalan bagi Yesus dalam melaksanakan perintah Allah Bapa-Nya di sorga. Yohanes itulah dikenal sebagai Yohanes Pembaptis. Dengan segala kerendahan hatinya, Yohanes tidak mau membaptiskan Yesus dengan air seperti adat kebiasaan waktu itu. Tetapi perintah Allah memang harus digenapinya. Begitu Yesus dibaptis, maka turunlah merpati putih dari langit. Dan pembaptisan Yesus itu ternyata dari Roh Kudus juga. Banyak hal yang tidak dapat ditangkap oleh akal manusia, tetapi demikianlah tertulis di dalam Alkitab bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah, kalau Allah memang merencanakan-Nya. Amin.



RINGKASAN KHOTBAH
Ibadah Minggu, 29 Nov. 2009 Pkl. 06.30 WIB.
Pdt. Apy Heny, S.Th.
Nats : Lukas 21 : 25 - 36

Sekarang sedang heboh tentang film hari kiamat, kalau kita lihat filmnya, kesannya terlalu dibesar-besarkan. Bagaimana tanggapan orang Kristen kalau kita meninggal dunia, tidak ada yang ditakutkan, karena kita bersama Yesus di Firdaus (Lukas 23 : 43). Kita tidak tahu apa yang terjadi besok, minggu, bulan, tahun depan bahkan tahun 2012. Kedatangan Yesus yang pertama kali ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa (1 Tim 1 : 15) dan kedatangan yang kedua kalinya datang dalam kemuliaan untuk menghakimi dunia ini (Kis. 17:30-31).
Tanda-tanda terjadi sejak dahulu sampai sekarang, baik kejadian alam, politik, keamanan, bencana alam yang hebat, seperti gempa bumi, peperangan, kekacauan hebat dan manusia menjadi takut, namun Injil harus diberitakan ke seluruh muka bumi. Manusia harus peka dan menagkap hal itu, kalau itu datang sebagai jerat, maka tak bisa melepaskan diri, munculnya ajaran palsu dan nabi-nabi palsu ada di mana-mana. Pada minggu adven I apa yang kita lakukan :
Berjaga-jagalah agar iman kita tetap teguh dan berpegang pada Yesus
Berdoa setiap saat dalam segala hal di dalam hidup ini.
Ilustrasi : Orang jual minyak dengan curang, ukuran dikurangi dan minyak dicampur dengan air. Kita diingatkan agar mau bertobat dan kita tetap setia dengan pelayanan kita. Amin.

Minggu, November 08, 2009

RENUNGAN

KEDEWASAAN ROHANI
(1 Korintus 3 : 1 - 23)

RASUL Paulus menilai jemaat di Korintus sebagai manusia duniawi yang belum dewasa
di dalam Kristus. Dasar penilaiannya adalah karena diantara mereka masih ada berbagai
macam iri hati, perselisihan, pertengkaran dan lain sebagainya. Mereka belum bertumbuh di dalam kasih yang merupakan karakter Kristus. Bahwa kedewasaan rohani itu bukan hanya diukur dari kefasihan kita menguasai pengetahuan dan pengajaran tentang Firman Tuhan. Kedewasaan rohani itu juga tidak semata-mata menyangkut perihal kuasa Illahi dan berkembangnya karunia-karunia Roh dalam kehidupan dan pelayanan kita. Gereja Tuhan yang dewasa adalah hidup seperti Yesus, dipenuhi dengan karakter Illahi. Memang karunia-karunia Roh itu kita banggakan, tetapi tidak untuk kesombongan dan membangkitkan iri hati, perselisihan, kebencian, saling merendahkan. Itu semua dosa. Oleh karena itu maka kasih harus kita kejar dan kita tunjukkan sebagai respon kita terhadap karunia Roh yang dicurahkan bagi kita. Ingat, Tuhan Yesus telah mengingatkan kepada kita bahkan di akhir jaman banyak orang berteriak-teriak : Tuhan, Tuhan, bukankah kami telah bernubuat demi nama-Mu. Bukankah kami telah mengusir setan atas nama-Mu. Bukankah kami telah menyembuhkan orang sakit demi nama-Mu. Untuk itu, Aku akan berkata kepadamu : Hai orang jahat, Aku tidak pernah mengenal kamu. Kamu si tukang sombong, enyahlah dari hadapan-Ku.
Demikianlah orang menyombongkan diri adalah tanda ketidak dewasaan kita. Oleh karena itu kita harus menjadi semakin dewasa dalam rohani. Amin.


Ibadah Minggu, 1 November 2009
Pukul 06.30 WIB.
Pdt. Sundoyo, S.Si.
Nats : Efesus 5 : 22 – 33

Relasi Suami – Istri
Sikap Hati : Istri harus tunduk kepada suaminya, suami harus mengasihi istri. Dasar Kebenaran : Sikap Jemaat yang menaruh hormat dan taat kepada Yesus Kristus. Sikap Yesus Kristus yang mengasihi jemaat. Rela mati untuk menunjukan kasihNya kepada jemaat.
4 Hal yang membuat roh pasangan bereaksi
Suami tidak menguasai diri. (mata, marah). Istri meragukan ketulusan cinta suaminya. Suami tidak menempatkannya sebagai yang ‘pertama’ dalam hidup. (kalah dengan hobby, teman, pekerjaan dll) Istri merasa diabaikan. Suami membandingkannya dengan wanita lain. Suami tidak memimpin (tidak ada tujuan keluarga, membiarkan persoalan berlarut-larut, mengambil keputusan sekedarnya.
MENGAPA SUAMI BEREAKSI
Istri mengungkit-ungkit kembali kegagalan, kesalahan suami. Suami meragukan sikap rasa hormat dari istrinya. Istri memiliki harapan yang tidak disampaikan secara jelas. Suami merasa terpenjara. Istri mengabaikan tanggung jawab (rumah tangga, anak-anak, pakaian) Suami merasa tidak dapat menyenangkan hati istri. Istri menolak kepemimpinan suami. Suami merasa tidak mampu

Sabtu, Oktober 17, 2009

RENUNGAN

IMAN PENGHARAPAN DAN KASIH
(1 Korintus 13 : 1 - 13)

RASUL Paulus memberikan nasehat kepada jemaat di Korintus. Bahwa sedemikian besar kasih Allah kepada umat manusia, sehingga Anak-Nya yang tunggal dikorbankan untuk menebus dosa manusia. Tidak itu saja. Umat manusia yang karena dosa-dosanya telah kehilangan roh, sehingga putus hubungannya dengan Tuhan, maka roh itu dikembalikan, dipulihkan, sehingga manusia yang percaya tidak lagi semata-mata hidup secara kedangingan, tetapi hidup dalam roh.
Dari situlah banyak karunia roh dimiliki manusia. Ada yang mendapat anugerah atau karunia roh berkata-kata dengan hikmat, karunia berbahasa roh, karunia bernubuat, karunia penyembuhan, karunia mengusir setan, karunia bermukjijat dan banyak lagi. Tetapi diingatkan pula oleh Rasul Paulus, bahwa segala karunia itu tidak kekal berada di tangan kita, karena tidak ada yang sempurna. Begitu “YANG SEMPURNA” datang, maka segala yang ada pada kita akan lenyap. “YANG SEMPURNA” itu adalah Yesus Kristus Tuhan. Oleh karena itu hanya ada tiga hal besar saja, yaitu iman, pengharapan dan kasih. dari yang tiga ini maka yang paling besar adalah kasih. Kasih itulah karunia yang paling besar dari Allah bagi kita. Kalau kita sudah mendapat karunia kasih itu, maka kita harus merespon dengan kasih pula. Kasih kepada Tuhan sepenuh hati, sepenuh akal budi (total) dan kasih kepada sesama kitasendiri, seperti mengasihi diri sendiri. Kalau sudah demikian maka itulah iman kita dan itupulalah pengharapan kita. Maka kasih itulah yang paling penting. Sebagai ciri khas orang percaya, sebagai bukti Kekristenan kita. Amin.

Sabtu, Oktober 10, 2009

Ringkasan Khotbah

RINGKASAN KHOTBAH
Ibadah Minggu, 4 Oktober 2009
Pukul 06.30 WIB.
Pdt. Sundoyo, S.Si.
Nats : Markus 9 : 33 – 37

Tuhan Yesus mengajar pada murid-murid-Nya tentang siapa yang terbesar di antara mereka. Kalau kamu mau yang terbesar maka kamu harus menjadi yang terakhir.
Semua orang ingin kalau pangkatnya naik ke tempat yang tertinggi dan kepingin punya pengaruh, kita mau melompat cepat-cepat ke kelas yang paling top / tinggi dan tidak mau melalui jenjang yang telah ditetapkan.
Tuhan Yesus tidak mempersoalkan jabatan yang tinggi, namun kita harus punya jiwa yang melayani dan kita harus menjadi manusia yang seutuhnya.
Di sini diberi contoh seorang anak kecil dimana tulangnya masih rapuh namun lebih cepat sembuh dan kalau hatinya patah, cepat dipulihkan dan kalau bercerita anak kecil yah apa adanya dan tidak sombong.
Illustrasi : Seorang budak yang diberi pangkat tinggi
oleh majikan, namun teman-temannya iri dan selalu mengamati budak itu yang selalu membawa bingkisan pada saat masuk dan keluar gudang dan majikannyapun mengintip di gudang tersebut.
Apa yang dilakukan oleh budak yang menjadi pejabat tinggi tersebut ! Dia berganti pakaian budak dan bercermin di depan kaca supaya dia tetap teringat bahwa dia hanya seorang hamba atau budak dan tetap merendahkan hati serta tidak sombong. Amin.

BETAPA PENTINGNYA FAKTOR MANAJEMEN

Kejadian 1 : 20 - 31
TERNYATA negara-negara yang maju industrinya, juga mengembangkan industri persenjataan modern. Bahkan disamping memproduksi macam-macam amonisi, juga berbagai bentuk bom, granat, ranjau sampai kalau mungkin diusahakan pula persenjataan nuklir yang canggih. Senjata modern itu perlu sekali dalam rangka pertahanan negara dan pembelaan kedaulatan negara yang merdeka. Kalau kedaulatan itu dapat dilecehkan oleh negara lain, berarti negara merdeka menjadi terancam oleh penjajahan. Industri obat-obatan pun sangat penting. Kalau tidak tersedia obat bius, akan banyak jiwa tidak tertolong. Bagaimana mungkin rumah sakit bisa mengoperasi pasien, kalau tidak ada obat bius. Pengetahuan tentang obat memang harus dikembangkan terus.
Karena persenjataan diproduksi terus dan obat-obatan juga demikian, maka dunia ini tidak akan pernah bebas dari peperangan. Perdagangan ilegal senjata dan obat-obatan pun terus-menerus meraja lela.
Tetapi jangan terlalu cepat menarik kesimpulan keliru. Sebab sesungguhnya senjata dan obat itu netral. Yang berbahaya adalah : penyalah-gunaannya.
Memang semenjak dunia lahir, penyakit penyalah-gunaan itu sudah ada. Tuhan telah menciptakan sesgala sesuatu dalam keadaan baik, bahkan amat baik, kata Tuhan. Termasuk manusia ciptaan-Nya juga amat baik, segambar dengan Allah sendiri. Justru manusia inilah yang kemudian diserahi tugas untuk memanfaatkan alam semesta seisinya. Tetapi manusia telah menyalah-gunakan kuasa dari Allah itu. Jadi kita harus benar-benar tahu tentang menajemen. Menjadi pemimpin yang sudah dipilih oleh rakyat saja, banyak yang gagal bahkan akhirnya dipermalukan serta terkutuk dalam sejarah kenegaraan dan kebangsaannya, akibat dari penyalah-gunaan yang diperbuatnya. Karena tidak tahu tentang perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan kontrol yang baik. Semua itu dapat berjalan hanya dengan penyertaan Tuhan. Intinya adalah takut kepada Tuhan. Amin.

ShoutMix chat widget